Buka setiap hari jam 08.00 s/d jam 21.00
Beranda » Artikel Terbaru » Pergi Haji Tahun 2019 Untuk Menyempurnakan Rukun Islam

Pergi Haji Tahun 2019 Untuk Menyempurnakan Rukun Islam

Diposting pada 21 July 2019 oleh papua

 

Pergi Haji

Menunaikan Rukun Islam Yang Kelima

Assalamu’alaikum sobat Madu Merdeka
Alhamdulillah tahun 2019/1440 M ini saya bersama istri berkesempatan menunaikan rukun Islam yang kelima yaitu Haji. Kami akan sedikit membagikan catatan kecil ini mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi dan motivasi saudara & teman-teman untuk segera pergi haji bagi yang belum menjalankannya. Ketika tulisan ini dibuat, kami sedang berada di Madinah Al Munawwarah

Menabung Haji

Rangkaian proses yang kami lalui untuk bisa ke tanah suci ini melalui waktu yang cukup panjang. Dimulai dengan membuka tabungan haji di salah satu bank yaitu BNI pada tahun, kalau saya tidak salah, 2009. Setiap bulannya kami tidak selalu bisa menabung. Kadang kami bisa menabung 500 ribu pada suatu bulan, namun tidak bisa menabung pada bulan yang lain. Kami harus berpikir keras supaya kami bisa segera memeroleh nomor porsi dimana nomor porsi tersebut baru akan diperoleh jika kita sudah mempunyai tabungan sebanyak 25 juta dan mendaftarkan ke Kemenag. Akhirnya pada awal tahun 2012 kami melakukan breakthrough dengan menjual mobil kami satu satu nya yaitu si merah Timor SOHC tahun 2000. Alhamdulillah mobil tersebut laku 45 juta sehingga begitu ditambah dengan tabungan kami, cukup untuk memeroleh nomor porsi buat kami berdua. Tanggal 1 Februari 2012 kami mendaftar ke Kemenag Kab. Karawang. Dan alhamdulilah kami memperoleh porsi dengan estimasi awal keberangkatan tahun 2017. Setelahnya kami hanya tinggal menambah tabungan kami agar cukup untuk pelunasan saat tahun keberangkatan nanti. Tiap tahun kami check estimasi keberangkatan melalui website Kemenag. Pernah estimasi keberangkatan mundur sampai tahun 2021. Hal ini kemungkinan karena kondisi di tanah haram yang sedang ada proyek sehingga estimasi keberangkatan juga berubah-ubah. Dah akhirnya tahun 2018 kami mendapat kepastian berangkat tahun 2019. Terimakasih juga kami ucapkan kepada pemerintahan Bapak Jokowi yang telah melobi dan bekerja keras sehingga kuota haji untuk Indonesia pun bisa bertambah. Dan hampir seluruh estimasi pemberangkatan haji di atas tahun 2020 maju semuanya.

Manasik Haji

Prosesi pelaksanaan haji sudah dimulai dari bulan Oktober dimana telah dilaksanakan manasik haji yang pertama di aula Husni Hamid Pemda Karawang. Terimakasih juga kami ucapkan kepada Guru Besar Yayasan Miftahul Ilmi Karawang, guru kami dan segenap pengurusnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu yang telah membantu pengurusan administrasinya sehingga kami bisa terdaftar di Yayasan Al Madinah Karawang untuk pelaksanaan manasik bimbingan haji. Biaya untuk manasik di Yayasan Al Madinah saat itu sebesar Rp 3.500.000. Manasik dilakukan setiap Sabtu-Minggu sebanyak sekitar 15 kali pertemuan dimana 2 pertemuan dilaksanakan dalam 1 hari (1 hari terdiri dari 2 sesi pertemuan). Tidak lupa dilakukan juga praktek manasik di Baitul Mustofa di kawasan industri MM2100 Cibitung Bekasi.

Pemberangkatan praktek manasik haji ke Kawasan Industri MM2100 Cibitung Bekasi

Selain manasik dari yayasan, juga ada manasik dari kabupaten yang dilakukan di komplek Islamic Center Al Jihad Karawang. Dan juga ada manasik tingkat kecamatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Sumber Barokah selama 6 hari.

Istitha’ah, Biometrik dan ONH

 

KKJH : Kartu Kesehatan Jemaah Haji. Ini sebagai bukti istitha’ah kesehatan

Prosesi yang lain adalah adanya istitha’ah dimana calon jemaah harus melakukan serangkaian check dan tes kesehatan diantaranya medical check up yang dilakukan di RSUD Kabupaten Karawang, tes kebugaran di Kec. Telukjambe Timur. Suntik vaksin meningitis dan influenza di Puskesmas Wadas. Serta tindak lanjut terhadap hasil medical check up. Dari proses ini ada beberapa calon jamaah yang gagal sehingga harus ditunda keberangkatannya. Pada saat proses ini, secara paralel berjalan pula proses pelunasan ONH dimana untuk tahun 2019 ONH yang ditetapkan adalah sebesar Rp 34.900.000 dan alhamdulilah tabungan kami cukup untuk melakukan pelunasan.
Sebenernya ONH itu sebesar ± Rp 70.000.000. Namun sebagian ditutup dari uang kita yang mengendap sejak pendaftaran. Selain itu kita   juga mendapat living cost sebesar 1.500 Riyal. Jadi menurut kami ongkos ONH tahun 2019 cukup murah. Pelunasan dilakukan di Bank BNI Syariah lalu membawa bukti pelunasan ke Kemenag Kab. Karawang. Selanjutnya hanya tinggal menunggu jadwal pemberangkatan ke tanah suci.

Untuk pelaksanaan check Biometrik dilakukan di Bandung, tepatnya di Click Square, tujuan dari pelaksanaan biometrik ini adalah untuk mendapatkan visa dan juga agar proses pengurusan saat masuk bandara di Arab Saudi lebih cepat. Selama ini hal tersebut dilakukan di bandara di Arab Saudi sehingga butuh waktu lama bagi jamaah saat masuk ke Arab Saudi. Biometrik dilakukan dengan scan wajah, kornea mata, sidik jari dan photo wajah.

Tempat check Biometrik di Click Square Bandung, jalan Naripan

Jadwal keberangkatan

Alhamdulillah jadwal keberangkatan kami adalah tanggal 13 Juli 2019 yaitu hari Sabtu. Kami termasuk dalam kloter 23 JKS. Namun sebelumnya kami melaksanakan halal bihalal terlebih dahulu pada Rabu 10 Juli 2019. Dalam melaksanakan halal bihalal kami tidak mengadakan hajatan, karena esensi dari acara ini adalah meminta maaf & doa kepada keluarga, tetangga, teman-teman serta rekan-rekan kerja. 

Acara halal bihalal di rumah berlangsung sederhana

Acara dimulai jam 8 pagi dengan pengajian Yasin yang dihadiri seluruh keluarga besar Bapak Amat Sopyan almarhum & keluarga besar Bapak Tarim Tarmudzi almarhum. Kemudian dilanjutkan siangnya tamu-tamu dari tetangga, teman-teman dan rekan-rekan kerja mulai berdatangan sampai terakhir tamu dari Yayasan Miftahul Ilmi memberikan pengarahan khusus kepada kami sampai selesai jam 12 malam.

 

 

 

 

Jadwal perjalanan haji kloter 23 JKS.

Pemberangkatan Kloter 23 JKS

Adapun jadwal keberangkatan haji kami adalah masuk dalam kloter 23 JKS. Pemberangkatan tanggal 13 Juli 2019 dari Karawang menuju embarkasi Bekasi. Jam 01 dinihari kami sudah terbangun lalu bersiap-siap berangkat dengan menunaikan sholat sunat Safar 2 rokaat terlebih dahulu sebelum kami start dari rumah jam 02.00 karena jam 04.00 harus sudah kumpul di Pemda. Biasanya jalanan akan macet karena tradisi di Karawang “yang berangkat haji 1 orang, yang nganternya 10 orang”. Dengan diantar kakak kami (terimakasih Mas Suyad, Mbak Jar, Teh Encah, Teh Oom, A Toto, Mbak Sur, Mas Suko, Tya, dll) kami sampai Pemda jam 03 lewat sedikit. Setelah istirahat sebentar, lalu sholat Subuh berjamaah, kami dilepas sekitar jam 06:00 naik bus menuju asrama haji di Bekasi. Sesampainya asrama haji sekitar jam 08:30 (karena kemacetan proyek tol elevated Japek 2) kami langsung diberi pengarahan di aula dan juga dibagi alat-alat kesehatan seperti masker, tabung semprotan air, oralit, dan obat-obatan lainnya. Setelah itu kami dipersilakan istirahat di Gedung Mina no 3. Kamar kami terdiri dari 5 tempat tidur bertingkat, artinya ada 10 jamaah tiap kamar. Sekitar jam 14.00 jamaah berkumpul di aula Muzdalifah untuk dibagi passport, uang living cost 1.500 Riyal, gelang identitas (ada 2 jenis yaitu kertas sintetis dan besi) selain itu juga diberikan beberapa pengarahan. Selanjutnya kegiatan disini hanya melaksanakan sholat 5 waktu berjamaah, makan prasmanan, snack, kopi dan teh juga tersedia. 

Uang living cost 1500 SAR

 

Pemberangkatan dengan pesawat Saudi Arabia Airline

Pada tanggal 14 Juli 2019 jam 02.00 dinihari kami sudah harus berkumpul untuk bersiap pemberangkatan ke bandara Soekarno-Hatta. Check in dan pemeriksaan bagasi dilakukan langsung di embarkasi. Jadi semua barang yang dilarang masuk pesawat sudah tidak boleh dibawa dari sini. Umumnya bapak-bapak banyak yang membawa rokok dan terpaksa disita. Dengan bus DAMRI kami berangkat jam 3 dinihari menuju bandara. Sesampainya di bandara kami langsung menuju tempat boarding dan melaksanakan sholat Subuh berjamaah disitu. Dengan pesawat Saudia Airline kami take off sekitar 07.30 dengan penumpang sebanyak 404 jamaah. Karena kami masuk rombongan haji gelombang pertama, maka kami langsung menuju Madinah. Perjalanan Jakarta-Madinah memakan waktu kurang lebih 9 jam.

Pesawat Saudi Arabia Airline adalah Boeing 747 300ER dengan kapasitas lebih dari 400 penumpang

Sampai di Bandara Prince Muhammad bin Abdulaziz landing jam 12.40 masih di hari yang sama yaitu Minggu 14 Juli 2019. Karena semua proses keimigrasian sudah dilakukan di Indonesia, maka sesampainya di sini kami langsung bisa masuk bis tanpa proses biometrik dan lain-lain sehingga lebih cepat. Begitu keluar dari bandara, udara yang menyengat langsung kami rasakan karena saat itu suhu udara di Medinah mencapai 43°C dengan kelembaban hanya 7%. Sungguh menguras stamina bagi orang Indonesia yang terbiasa berada di kisaran suhu 24-32°C dengan kelembaban yang relatif tinggi sekira 60-70%. Dengan cuaca yang demikian, Vaseline dan Lipbalm menjadi sesuatu yang sangat penting untuk menghindari kulit atau bibir kering dan pecah-pecah. Perjalanan dari bandara menuju hotel hanya memakan waktu kurang lebih 15 menit. Namun kami harus menunggu antrian parkir di depan hotel karena cukup padat berbarengan dengan jamaah lainnya. Di Madinah kami menginap di Hotel Karam Hejaz. Namun sesampainya di hotel kami tidak bisa langsung istirahat karena pembagian ruangan baru dilakukan di tempat. Demikian pula koper juga bertumpuk dan tidak dipisahkan berdasarkan warna sehingga makin menyulitkan pengambilan dan pembagian pada jamaah. Jadi jadwal arba’in yang seharusnya dimulai waktu Ashar, akhirnya mundur ke Maghrib.

Masjid Nabawi saat sore hari

Saat Maghrib di Madinah adalah pukul 19.17, namun dari jam 18.00 kami harus sudah start dari hotel supaya kebagian tempat. Ba’da sholat Maghrib kami tidak langsung kembali ke hotel namun lanjut sholat Isya’ karena waktu sholat Isya’ pukul 20.47. Selepas itu barulah kami istirahat di hotel setelah makan dari catering yang sudah disediakan oleh pemerintah. Malam jam 2 tgl 15 Juli 2019 kami harus sudah bangun dan bersiap untuk pergi ke Mesjid Nabawi melaksanakan sholat Subuh yang jatuh pada jam 04.14. Perlu diketahui bahwa adzan Subuh di Arab adalah 2 kali.   

Masjid Nabawi tampak dari lantai 2. Banyak jamaah sampai ribuan bisa ditampung di masjid ini

Adzan pertama dilakukan kurang lebih 1 jam sebelum waktu Subuh, sedang adzan kedua adalah saat waktu Subuh tiba. Alhamdulillah saat Subuh kami bisa masuk ke area Raudhah, yaitu area antara mimbar dan rumah Rasulullah (yang sekarang adalah makam Rasulullah).     

Raudhah dikenali dengan karpet warna hijau

Di tempat ini orang saling berebut untuk bisa melaksanakan sholat dan berdoa di sini. Area Raudhah ditandai dengan karpet warna hijau. Selesai dari Raudhah baru bisa keluar sekitar jam 7. Suhu pagi ini sudah mencapai 33°C. Namun balik ke hotel tidak ada sarapan pagi, hanya disediakan roti untuk sarapan, terpaksa dech masak mie, hehehe… Arba’in berlanjut ke sholat Dhuhur yang jatuh pada jam 12.28 dan lanjut Ashar jam 15.50. Hari kedua acaran lainnya selain arba’in adalah ziarah ke 5 tempat di sekitar Madinah yaitu Kebun Kurma, Mesjid Quba, Jabal Uhud, Mesjid Qiblatain dan Mesjid Khondag. Hari ketiga tidak ada kegiatan lain selain arba’in. Demikian pula hari-hari selanjutnya kami masih menjalankan sholat arba’in.

Masjid Quba menjadi salah satu destinasi ziarah favorit orang Indonesia

Makam Baqi’. Makam istri Rosul, para sahabat, dan juga para pejuang muslim.

Pada hari Minggu tanggal 21 Juli kami sempatkan untuk ziarah ke Makam Baqi’. Kemudian packing koper untuk persiapan berangkat ke Mekah pada Senin sore.

Jabal Uhud. Tempat terjadinya Perang Uhud pada jaman Rosul.

Mejeng di pelataran Masjid Nabawi arah pintu 1

Berlanjut ke tulisan kami : Pergi Haji 2019 Untuk Menyempurnakan Rukun Islam. Bagian kedua.

Madu MERDEKA menerima pesanan partai besar dengan harga lebih hemat.

100 Kg : Rp 8.000.000,-

1 Ton : Rp 60.000.000,-

Silahkan lihat produk-produk kami

CATATAN :

Anda tertarik belajar BISNIS ONLINE untuk persiapan pensiun dini?

Mari bergabung bersama kami. Sukses buat kita yang mau berusaha

 

Bagikan informasi tentang Pergi Haji Tahun 2019 Untuk Menyempurnakan Rukun Islam kepada teman atau kerabat Anda.

Pergi Haji Tahun 2019 Untuk Menyempurnakan Rukun Islam | Jual Madu Hutan Asli

2 komentar untuk Pergi Haji Tahun 2019 Untuk Menyempurnakan Rukun Islam

  • Mirja says:

    Waalaykumsalam warahmatullah wabarakatuh.
    Alhamdulillah Pak, tunai sudah ke semua rukun islamnya. Mudah – mudahan menjadi mukminin & mukminat yang hqq, Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.

    Mudah-mudahan temen – temen ikhwan & akhwat di sini memulai untuk berniat menunaikan rukun islam yang kelima.
    Aamiin Yaa Rabbal Aalaamiin.
    Titip do’a yang terbaik untuk kita semuanya.

    • papua says:

      Aamiin aamiin aamiin ya rabbal’alamiin… Terimakasih buat Pak Irfan & temen-temen atas doanya. Semoga rekan-rekan Lab 89 khususnya bisa segera ikut menunaikan ibadah haji

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan