Buka setiap hari jam 08.00 s/d jam 21.00
Beranda » Artikel Terbaru » Pergi Haji 2019 Untuk Menyempurnakan Rukun Islam – part 2

Pergi Haji 2019 Untuk Menyempurnakan Rukun Islam – part 2

Diposting pada 6 August 2019 oleh papua

Catatan Kecil Perjalanan Haji 2019

Suasana thowaf di Masjidil Harom dimana ribuan jamaah dari seluruh dunia berkumpul untuk menunaikan rukun Islam yang ke-5

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Selamat berjumpa kembali dengan kami team Madu Merdeka. Tulisan kali ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya yaitu mengenai catatan kecil perjalanan haji 2019 kami. Semoga catatan ini bisa memberikan inspirasi dan motivasi buat semuanya untuk segera mendaftar dan berangkat haji bagi yang belum melaksanakannya.
Saat tulisan ini dibuat, kami sudah berada di kota Mekah Al Mukaromah

….lanjutan Arba’in di Masjid Nabawi, Madinah Al Munawwarah

Madinah

22 Juli
Arba’in terakhir kami pada musim Haji 2019 ini adalah waktu sholat Ashar. Tanpa kembali ke hotel, ba’da Ashar langsung naik bus berangkat menuju Mekah. Miqot dilakukan di Bir Ali. Jarak waktu tempuhnya kurang lebih 15 menit dari Madinah. Bir artinya sumur. Jadi Bir Ali artinya sumurnya sayyidina Ali. Sesampainya di Bir Ali, kami langsung mengambil air wudhu, sholat tahiyatul masjid lalu sholat sunnat Ihrom dua rokaat. Setelah itu kembali naik ke bus dan saat bus sudah jalan membaca niat Ihrom dipandu oleh ketua rombongan. Setelah berniat Ihrom maka segala larangan Ihrom harus dipatuhi antara lain :
1. Mengenakan pakaian berjahit
2. Menutup kepala bagi laki-laki
3. Menutup wajah bagi perempuan
4. Mencukur rambut atau bulu
5. Memotong kuku
6. Mengenakan wewangian
7. Membunuh binatang buruan
8. Melangsungkan akad nikah
9. Berhubungan badan.
10.Bermesraan dengan syahwat.
 Wallahu a‘lam

Selama perjalanan Madinah-Mekah hanya 1x istirahat di rest area untuk melaksanakan sholat jamak Maghrib+Isya’

Tower Zam Zam yang menjadi landmark Kota Mekah Al Mukaromah

Mekah Al Mukaromah

23 Juli
Sekira jam 00.00 kami tiba di hotel Nesma Mawaddah dengan no maktab 812 di zona Misfalah.

Jamaah haji dari Jawa Barat menempati area Misfalah. Kami berada di sektor 8 dan menempati Hotel Nesma Mawaddah

Setelah pembagian kamar (kami mendapat kamar no 415 untuk 4 orang), membereskan koper dan bawaan serta istirahat sebentar, kami langsung berangkat ke Masjidil Haram untuk melaksanakan umroh wajib. Kami tinggal menunggu di depan hotel karena pada musim haji 2019 ini pemerintah sudah menyediakan bus shuttle dengan no bus 11. 

Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Arab Saudi menyediakan bus sholawat untuk antar jemput jamaah dari hotel ke Masjidil Harom. Sungguh nyaman pelayanan jamaah haji Indonesia

Thowaf, sa’i dan tahallul selesai tepat adzan Subuh. Selesai Subuh kami kembali ke hotel dengan bus yang sama untuk beristirahat.

Catering makan malam untuk jamaah haji Indonesia dengan menu yang sangat variatif dan bergizi untuk menunjang aktifitas fisik jamaah

24 Juli
Hari ini hanya sholat Subuh aja di area Ka’bah karena saya terserang radang tenggorokan dan badan tidak fit. Beruntung musim haji 2019 ini pemerintah menyiapkan tim kesehatannya. Setelah berobat ke dokter yang berada di kamar 305, disarankan untuk minum obat, perbanyak minum dan istirahat. Sampai malam hanya beristirahat di kamar dan melaksanakan sholat fardhu berjamaah di mesjid yang ada di hotel saja
25 Juli
Subuh di Masjidil Haram. Demikian pula Dhuhur, sebelumnya melakukan thawaf Sunnah di lantai atas. Lumayan 7 putaran sampai 1 jam lebih. Meskipun siang terik dengan suhu 44°C dan RH 20% namun tetap saja penuh jamaah yang melakukan thawaf. Memang pada musim haji 2019 ini cuaca relatif stabil pada suhu 44°C. Malam hari ba’da Isya’ dilakukan ratiban dzikir akbar di mesjid hotel karena kebetulan malam ini adalah malam Jumat

Thowaf dari lantai atas sini selesai tujuh putaran kira-kira 1 jam

 

Jumatan di Masjidil Harom

26 Juli
Dimulai dengan sholat Subuh di Masjidil Haram bersama istri. Kali ini ambil di lantai 1 supaya masih kebagian tempat meskipun dari hotel sudah berangkat jam 03.00. Pulang dari sholat Subuh kami berjalan kaki dengan maksud supaya hapal jalan & mengenal lokasi, selain itu ingin napak tilas tempat hotel menginap waktu bulan Desember 2015 kami ber-umroh. Selain itu sekalian mencari sarapan makanan Indonesia.

Di depan hotel banyak yang jualan jajanan sarapan khas Indonesia. Ada nasi kuning, nasi uduk, nasi goreng, bala-bala, dll

Akhirnya ketemu juga bubur ayam. Kami membeli 2 porsi besar bubur ayam ditambah telor balado, harganya 26 SAR. Di warung tersebut juga tersedia menu lainnya seperti bubur kacang ijo, kupat tahu, soto, mie ayam dan lain-lain.

Sholat Jumat kebagian di pelataran karena jamaah yang jumlahnya ratusan ribuan bahkan mungkin jutaan tidak tertampung di dalam masjid

Sholat Jumat, jam 09.00 kami sudah berangkat karena jalanan sudah mulai ditutup sehingga kami kembali berjalan kaki dimana waktu tempuh kurang lebih 20-25 menit. Sepulang Jumatan, saya kembali berjalan kaki, sepanjang jalan ada seperti tiang listrik yang mengeluarkan uap air sehingga seperti terjadi hujan buatan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi teriknya matahari kota Mekah. Terlihat jemaah haji 2019 memenuhi jalan-jalan keluar Masjidil Haram.

Penyembelihan Hewan Dam

27 Juli
Jam 06.00 ba’da Subuh kami sudah berkumpul di lobby hotel karena hari ini kami akan ziarah ke beberapa tempat yaitu: Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Arafah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur, dan tempat penyembelihan hewan kurban serta dam. Itulah program ziarah haji 2019.

Jabal Tsur. Tempat dimana Nabi Muhammad SAW bersembunyi saat dikejar kaum Quraish ketika hendak hijrah ke Madinah

Jabal Rahmah. Berada di area Arofah. Tempat Nabi Adam AS dan Siti Hawa bertemu pertama kalinya setelah diusir dari surga

Jejeran tenda di Mina tempat jamaah menginap saat prosesi Armuna.

Tempat penyembelihan hewan dam. Hewan yang mau disembelih nurut-nurut, ga ada yang berontak. Jadi ga perlu dipegangin 2 orang. Proses jadi cepat. Menyembelih 40 kambing kurang lebih 10 menit saja

28 Juli
Hari ini kegiatan tidak banyak dilakukan, hanya Subuh, Maghrib, Isya’ di Masjidil Haram. Sedang Dhuhur dan Ashar dilakukan di mesjid hotel. Ternyata di depan hotel setiap pagi ada aja yang jualan nasi uduk, nasi kuning, bala-bala buat sarapan. Seperti di Indonesia saja

Umroh Sunnah

29 Juli
Hari ini kegiatannya sesuai program haji 2019 dari KBIH adalah melaksanakan umrah Sunnah yang dimulai dari ba’da sholat Maghrib. Umroh yang kedua ini mengambil miqot di Ji’ronah dengan jarak perjalanan menempuh waktu sekitar 40 menit. Umroh berakhir sekitar 01.30 dimana kondisi jamaah thawaf cukup padat.

Ji’ronah. Tempat miqot umroh yang pertama

30 Juli
Hari ini lebih banyak istirahat di hotel karena umroh malam sampai dinihari tadi cukup menguras energi.

Hudaibiyah. Tempat miqot umroh yang kedua

31 Juli
Hari ini jam 14.00 kita melaksanakan kembali umroh sunnah yang ke-2. Kali ini mengambil miqot di Hudaibiyah. Sholat Ashar di mesjid di Hudaibiyah lalu sholat sunnah ihrom. Sekembalinya dari Hudaibiyah mampir terlebih dahulu ke museum Ka’bah. Disini ada kain kiswa yang pernah dipakai Ka’bah. Alat tenun kain kiswa, cover batu Hajar Aswad, timba sumur air Zam-Zam, dan barang-barang peninggalan lainnya.

Museum Ka’bah. Terletak diantara Hudaibiyah dan Mekah

1 Agustus
Hari ini diisi dengan ibadah rutin sholat 5 waktu baik di Masjidil Harom maupun di mesjid hotel.
2 Agustus
Hari ini sholat Jumat, meskipun berangkat sudah dari jam 09:30, dengan berjalan kaki karena bus tidak ada, saya sudah tidak kebagian tempat. Di jalanan sudah penuh sesak. Namun dengan kondisi suhu 42°C ribuan jamaah tetap semangat beribadah. Pulang dari Jumatan kembali berjalan kaki, sesekali istirahat di lobby hotel di tengah perjalanan untuk mengambil nafas sejenak.

 

Tan’im. Tempat miqot umroh sunnah mandiri yang jaraknya adalah paling dekat dengan kota Mekah

3 Agustus
Hari ini saya dan istri dapat kesempatan lagi umroh sunnah yang ke-3 dengan mengambil miqot di Tan’im. Ini adalah miqot terdekat dari tanah Harom. Berangkat dari hotel jam 06:00 dan selesai umroh relatif cukup cepat dan lancar sehingga pukul 09:30 sudah kembali lagi ke hotel.

Suasana di tempat Sa’i ground floor. Sekarang tempat Sa’i ada 4 lantai. Sa’i adalah proses perjalanan dari Bukit Shofa ke Bukit Marwa sebanyak 7x putaran

Persiapan Armuna

4 Agustus
Sholat Subuh di Masjidil Haram dan melaksanakan thowaf sunnah di roof top. 7x putaran sama dengan 1 jam. Terlihat kondisi jamaah sangat padat. Siang jam 13.00 meeting persiapan Armuna, untuk musim Haji 2019 ini kami kebagian maktab di tenda no 76 yang terdiri dari 8 kloter. Alur perjalanan Armuna adalah: Arofah – Mudzdalifah – Mina kebagian trip ke-6. Mobil bus ada 20 yang tersedia.
Perjalanan Hotel – Arofah kebagian trip ke-4 kemungkinan diberangkatkan setelah Jumatan. Sehingga Jumatan akan diadakan di mesjid hotel saja. Perlengkapan yang harus dibawa untuk periode Armuna adalah untuk kebutuhan 2 hari, salah satunya batik Al Madinah. Periode memakai pakaian ihrom adalah dari Jumat siang sampai dengan tahalul awal (setelah melempar jumroh Aqobah)

5 Agustus

Aktifitas hari ini sholat Subuh, Maghrib+Isya’ di Masjidil Harom

Pelaksanaan Armuna

6 Agustus
Hari ini terakhir disediakan bus sholawat sebelum prosesi Armuna. Masih sempat sholat Subuh di Masjidil Harom. Mulai hari ini pun catering sudah tidak disediakan, jadi untuk makanan disediakan secara mandiri oleh masing-masing jamaah. Pada sore harinya kembali diadakan meeting persiapan Armuna. Intinya, meluruskan kembali niat haji semata-mata lillahi ta’ala. Setiap kegiatan harus dalam 1 komando dari Karom. Berangkat ke Arofah dari hotel diperkirakan ba’da Ashar.
Tips!: untuk makanan mending kita mandiri aja ga usah pakai catering, karena selera dan budget bisa kita atur sendiri
7 Agustus
Hari ini ada kunjungan dari amirul hajj ke hotel kami di Nesma Mawaddah. Team dari amirul hajj sudah mulai datang jam 09.00 dan memberikan pengarahan terutama terkait persiapan Armuna. Acara berlangsung kurang lebih 2 jam. Kesimpulan acara antara lain agar membaca:
* QS Al-Baqarah ayat 196-203
Kita berangkat Ibadah Haji harus ikhlas karena Allah SWT
“Yaa Allah… tempat kan saya di tempat yg terbaik dan barokah… selamat dunia dan akhirat…
Yaa hayyuuu… Yaa Qoyyum…
Lailahaila anta subhanaka inni kuntu minadzolimin…”
* QS Al-Hajj ayat 27-37
Kalau lagi diam, usahakan selalu ingat ke Allah.
* Istighfar
* Robbanadholamna anfusana dst…
* Sayyidul Istighfar
* Sabar
Pahala Sholat di :
Masjidil Harom 100K x
Masjid Nabawi 1K x
Masjid Aqsa 500 x
Pada sore hari diadakan ratiban di lorong hotel rombongan 6.
8 Agustus
Hari ini kegiatan di hotel saja. Sore hari diadakan Sholat Maghrib berjamaah, baca Yasiin, makan bersama nasi kebuli.
9 Agustus
Schedule Armuna ternyata ada perubahan sebagai berikut:
Keberangkatan sesuai urutan kloter, yaitu kloter yang awal maka akan berangkat duluan :
1-kloter 21
2-kloter 23
3-kloter 31
4-kloter 71
Perlu diperhatikan keberangkatan dari Makkah ke Arofah bus tersedia 10, keberangkatan Arofah ke Muzdalifah bus tersedia 7, keberangkatan dari Muzdalifah ke Mina tersedia bus 5, keberangkatan dari Mina ke Makkah tersedia bus 10.
Keberangkatan trip pertama kloter 21 JKS dimulai jam 11.00 siang (qobla Jum’atan). Jadi perkiraan keberangkatan trip kedua kloter 23 JKS ba’da Dhuhur diperkirakan jam 14.00 (ba’da Jum’atan). Untuk itu shalat Ashar dijamak takdhim aja ke Dhuhur.
Pada aktualnya begitu selesai sholat Dhuhur kami langsung diminta siap di lobby dan langsung naik bus. Sampai di Padang Arofah sekitar jam 15:00. Kami langsung mencari tenda no 76. Setelah ketemu, kami membereskan barang-barang bawaan dan makan minum dari perbekalan yang kami bawa. Kegiatan selanjutnya diisi dzikir dan sholat wajib berjamaah di tenda.
Tips!: Selalu ikuti arahan Karom. Bawa baju salin 1 stel saja. Makanan cukup bawa buah dan minum 1 botol saja karena di Arofah sudah dapat jatah makan. Saat di tenda, usahakan cari posisi yang tanah/area nya datar dan rata supaya tidak sakit pinggang.
10 Agustus

Wukuf di Arofah dan Mabit di Mudzdalifah

Wukuf di Arofah. Puncak pelaksanaan ibadah haji. Jam 11:30 rangkaian acara Wukuf dimulai dengan pembacaan talbiyah, dilanjutkan dengan khotbah & sholat Dhuhur. Selanjutnya dzikir bersama dan pembacaan doa. Rangkaian acara ini selesai sekitar jam 15:00. Alhamdulillah begitu rangkaian acara wukuf selesai, Arofah langsung diguyur hujan rintik-rintik sehingga cuaca yang tadinya sangat terik berubah menjadi sejuk. Maka dengan selesainya rangkaian acara wukuf, selesai sudah acara yang disebut sebagai pelantikan haji. Setelah acara ini selesai maka sudah sah menyandang gelar haji. Namun rangkaian pelaksanaan haji tidak selesai disini. Sekitar jam 11 malam, jamaah diangkut ke Mudzdalifah untuk mabit. Di Mudzdalifah, jamaah juga mencari batu untuk melempar jumroh.
Tips!: Selama di Arofah jangan sering keluar tenda, perbanyak ibadah, dzikir dan doa di dalam tenda saja. Di Mudzdalifah cari tempat yang rata dan datar, usahakan tidur walau cuma sebentar. Persiapkan batu untuk lempar jumroh dengan dilebihkan sekitar 10 biji dari anjuran Karom.
11 Agustus

Mina

Selanjutnya pada pagi harinya, jamaah dibawa menuju Mina. Perjalanan dari Mudzdalifah ke Mina yang secara normal hanya butuh waktu ±15 menit, namun kami tempuh sekitar 2 jam dikarenakan lalu lintas macet total karena banyak bus yg beroperasi antar jemput jamaah ditambah sebagian jamaah berjalan kaki dan menghambat arus lalu lintas. Sampai dimina sekitar jam 09:00. Setelah membersihkan diri, makan dan sholat Dhuhur dijamak qosor dengan Ashar, kami istirahat sebentar. Pada jam 15:00 kami melaksanakan lempar jumroh yang pertama yaitu jumroh Aqobah. Jarak antara maktab ke tempat melempar jumroh sekitar 2.5km kami tempuh berjalan kaki melalui 2 terowongan Mina sehingga bolak balik jarak tempuh sekitar 5km dan melewati 4 terowongan. Kami melakukan lempar jumroh di lantai ke-3. Alhamdulillah pelaksanaan lempar jumroh memerlukan waktu total sekitar 2 jam dan berjalan dengan lancar.
Tips!; Patuhi jadwal melempar jumroh dan jangan coba-coba keluar dari arahan Karom. Jika ada ke toilet, sebaiknya sebelum kebelet sudah bergegas karena antrian cukup lama antara 30-60 menit. Bawa payung saat siang hari meskipun cuma antri di toilet.
12 Agustus
Setelah sholat Subuh, sekitar jam 05:00 kami melaksanakan lempar jumroh yang ke-2 yaitu 3 jumroh sekaligus: Ula, Wustho, Aqobah. Dengan rute, teknis, dan waktu yang hampir sama dengan saat lempar jumroh yang pertama. Hari ini daerah Mina diguyur hujan cukup deras dan juga angin kencang sehingga tenda tempat kami menginap mengalami kebocoran. Listrik juga sempat dimatikan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun hal ini tidak berlangsung lama dan keadaan sudah normal kembali.

Tips!; Gunakan escalator berjalan saat rute kembali dari lempar jumroh untuk sekedar mengistirahatkan kaki karena perjalanan cukup jauh. Cukup bawa batu dan bekal minum saja saat lempar jumroh

13 Agustus 

Thowaf Ifadoh

Sekitar jam 00:30 dinihari dilaksanaan lempar jumroh yang ke-3 yaitu 3 jumroh sekaligus: Ula, Wustho, Aqobah. Dengan rute, teknis, dan waktu yang hampir sama dengan saat lempar jumroh yang ke-2. Kemudian ba’da Subuh persiapan untuk kembali ke hotel di Mekah. Sekitar jam 10 kami sudah berada kembali di hotel. Setelah beristirahat seharian di hotel, ba’da Isya’ kami berangkat ke Masjidil Harom untuk melaksanakan Thowaf Ifadoh. Kegiatan berakhir sekitar jam 01 dinihari
Tips!; Naik bus dengan tertib sesuai arahan Karom. Begitu sampai hotel segera membersihkan diri lalu istirahat agar fit kembali saat melaksanakan Thowaf Ifadoh
14 Agustus
Dengan selesainya Thowaf Ifadoh maka prosesi rangkain ibadah haji sudah selesai. Selanjutnya tinggal melaksanakan ibadah harian, ibadah sunnah termasuk umroh sunnah. Kegiatan hari ini adalah bersih-bersih, nyuci baju setelah 5 hari kegiatan non stop puncak haji, mencukur rambut sampai gundul, Sholat Maghrib dan Isya’ di Masjidil Harom.

(Tulisan ini akan di-update kembali saat ada kesempatan berikutnya)

 

 

Singkatan dan istilah yang berhubungan dengan ibadah haji :

Armuna        =          Arofah, Mudzdalifah, Mina
KPHI              =          Komisi Pengawas Haji Indonesia
BPIH              =          Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji
BPHI              =          Balai Pengobatan Haji Indonesia
BKJH             =          Buku Kesehatan Jamaah Haji
BPS BPIH      =          Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji
DAU               =          Dana Abadi Umat
BP DAU         =          Badan Pengelola Dana Abadi Umat
Karom          =          Kepala Rombongan
Karu          =          Kepala Regu
TPHI              =          Tim Pemandu Haji Indonesia
TPIHI             =          Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia
TKHI              =          Tim Kesehatan Haji Indonesia
TPHD             =          Tim Pemandu Haji Daerah
TKHD            =          Tim Kesehatan Haji Daerah
PPIH               =          Panitia Penyelenggara Ibadah Haji
PKHI              =          Petugas Kesehatan Haji Indonesia
KBIH              =          Kelompok Bimbingan Ibadah Haji
PPIU               =          Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah
Kloter             =          Kelompok terbang
SDSN              =         Surat Berharga Syariah Negara
SDHI              =          Sukuk Dana Haji Indonesia
DAPIH            =          Dokumen Administrasi Perjalanan Ibadah Haji
SISKOHAT    =          Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji

PIHK              =          Penyelenggara Ibadah Haji Khusus

 

Menyempatkan berfoto dengan latar belakang Tower Zam Zam, ikon kota Mekah Al Mukaromah yang terkenal dengan jam gadang nya

Madu MERDEKA menerima pesanan partai besar dengan harga lebih hemat.

100 Kg : Rp 8.000.000,-

1 Ton : Rp 60.000.000,-

Silahkan lihat produk-produk kami

CATATAN :

Anda tertarik belajar BISNIS ONLINE untuk persiapan pensiun dini?

Mari bergabung bersama kami. Sukses buat kita yang mau berusaha

Bagikan informasi tentang Pergi Haji 2019 Untuk Menyempurnakan Rukun Islam – part 2 kepada teman atau kerabat Anda.

Pergi Haji 2019 Untuk Menyempurnakan Rukun Islam – part 2 | Jual Madu Hutan Asli

8 komentar untuk Pergi Haji 2019 Untuk Menyempurnakan Rukun Islam – part 2

  • Euis Karnila says:

    Alhamdulillah,…
    Bisa pergi Ibadah Haji bersama suami tercinta. Semoga ditempat mustajabnya doa ini harapan dan keinginan kami segera Allah SWT kabulkan Aamiiiiinnnn Yaa Robbalalamin….

  • Furqan says:

    Alhamdulillah semoga selalu sehat selama menjalankan ibadah haji pak Papua, aamiin

  • Abdul Aziz says:

    Mantap…👍👍👍 Sekali pak. Jadi ada gambaran nih buat yang belum pernah ke sana gimana kondisinya disana.

  • Mirja says:

    Waalaykumslm.
    Alhamdulillah ya perhatian pemerintah untuk WNI yg akan ibadah haji lebih diperhatikan. Mudah – mudahan seterusnya & diperbaiki yg kurang – kurang.

    Eh, di sana ada yg jual nasi uduk sama bala-bala juga ya, rasanya kaya nasi uduk di sini ato kaya nasi biryani Pak?
    Hehehe.

    Ohiya, untuk jaga stamina mungkin bisa minum air Zam – Zam sama makan Kurma yg cukup Pak.

    Mudah – mudahan diberikan kesehatan & kelancaran, Aamiin.

    • papua says:

      Aamiin aamiin aamiin ya rabbal’alamiin… Terimakasih buat Pak Irfan & temen-temen atas doanya. Semoga rekan-rekan Lab 89 khususnya bisa segera ikut menunaikan ibadah haji

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan