Buka setiap hari jam 08.00 s/d jam 21.00
Beranda » Artikel Terbaru » Mudik Karawang – Jogja via Cipali Tol Trans Jawa

Mudik Karawang – Jogja via Cipali Tol Trans Jawa

Diposting pada 28 June 2019 oleh papua

Mudik Karawang – Jogja via Cipali Tol Trans Jawa

Persiapan Mudik

Hallo sobat madu Merdeka… Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Kali ini kami akan mencoba membagikan sebuah artikel mengenai perjalanan mudik yang kami lakukan pada lebaran 1440 H atau tahun 2019

Sebelum melakukan perjalanan mudik menggunakan kendaraan pribadi, mobil sebaiknya dilakukan service terlebih dahulu. Dianjurkan agar melakukan service ke bengkel resmi. Team madu Merdeka memakai Honda Mobilio dan melakukan service di Bengkel Kumala seminggu sebelum perjalanan. Biaya service yaaahhh…sesuai lah dengan pelayanan yang diberikan.

Si Milo pun ikut mudik

Lets get started!!!

Pagi selepas melaksanakan sholat Ied, kami bersilaturohim terlebih dahulu ke tempat saudara. Sekira jam 11 kami start berangkat mudik dari Telukjambe, Karawang. Kami masuk dari Pintu Tol Karawang Timur/Klari. Sampai di pintu Tol Cikampek Utama terlihat antrian yang lumayan banyak meskipun ada sekitar 20 lebih pintu tol dibuka, ditambah adanya transaksi yang error.

Gerbang Tol Cikampek Utama

Setelah itu kami memasuki ruas Tol Cipali (Cikopo – Palimanan) sepanjang 116 km dengan tarif Rp 117.000. Namun kami sempat melaksanankan sholat Dhuhur terlebih dahulu di KM 102 serta beristirahat kurang lebih 1 jam. Selepas Pintu Tol Palimanan, kami memasuki ruas Tol Palimanan – Kanci, lali Kanci – Pejagan, Pejagan – Pemalang, Pemalang – Batang, Batang –  Semarang, Semarang – Bawen. Saat melewati ruang Tol Batang – Semarang, Anda akan disajikan pemandangan Jembatan Kalikuto yang indah.

Jembatan Kalikuto saat siang hari

Jembatan Kalikuto saat malam hari

Sebelum jalan Tol Trans Jawa selesai dibangun, biasanya kami keluar Tol Pejagan, lalu melalui jalan non tol yaitu arah ke Purwokerto – Jogja. Namun kali ini kami mencoba Tol Trans Jawa. Rest area selanjutnya kami beristirahat dan sholat Asar di the most beautiful rest area yaitu KM 429 Ungaran. Selanjutnya kami keluar di Pintu Tol Bawen dilanjutkan jalur melalui Ambarawa, Magelang, Nanggulan, Pengasih, Wates dan akhirnya sampai di rumah kami tercinta di Desa Depok, Kecamatan Panjatan pukul 20:30. Jadi secara umum perjalanan mudik kali ini relatif lancar dan ditempuh dalam waktu kurang lebih 9,5 jam termasuk 2 kali istirahat masing-masing selama 1 jam.

Day 1

Destinasi 1 : Pasar Ngebung

Pasar ini adalah pasar tradisional yang terdekat dari rumah kami. Di sini kita membeli jajanan, makanan dan oleh-oleh dengan harga yang sangat murah. Antara lain tempe benguk, pecel sayur, bakmi, growol, dan lain-lain. Growol adalah makanan khas Kulon Progo, Jogja yang terbuat dari singkong. Makanan ini sangat baik bagi penderita penyakit magh karena growol sangat lambung friendly.

Pedagang pecel sedang melayani pembeli

Destinasi 2 : Seribu Batu Songgo Langit Mangunan Imogiri Bantul

Selama di Jogja kami mengunjungi beberapa tempat wisata yang tidak jauh dari daerah kami. Start dari rumah pukul 10.00. Jalan menuju Mangunan cukup menantang dimana banyak tanjakan yang cukup curam. Bagi pengendara mobil pribadi diharapkan agar AC dimatikan dan menggunakan gigi 1 atau L untuk mobil matic. Sampai di area wisata sekira pukul 12 dan langsung menuju sasaran pertama yaitu toilet dan musholla. Do obyek wisata ini banyak spot photo antara lain, Rumah Seribu Kayu, Ruah Hobbit, Taman Toempah, Puncak Seribu Batu Songgo Langit, Panggung Terbuka, Ayunan Bertingkat, Flying Fox dan beberapa wahana lainnya.

Rumah Seribu Kayu. Di tempat ini sering dipakai syuting film

Rumah Seribu Kayu sangat unik dan mempunyai ciri khas

Jalan menuju Puncak Songgolangit sangat menantang fisik

Namun rasa lelah itu terbayarkan dengan pemandangan yang sangat indah

Destinasi 3 : Gumuk Pasir at Pantai Parangkusumo

Sore harinya kami langsung menuju ke Gumuk Pasir, sebuah tempat wisata di daerah Selatan  Jogja tepatnya di daerah Pantai Parangkusumo. Pantai ini berada di area wisata Pantai Parangtritis dan terletak sedikit di sebelah barat. Spot photo di sini antara lain Taman Bunga Matahari, Ayunan, Tulisan Gumuk Pasir, Sunset di Parangkusumo. Kami sengaja menunggu moment sunset meskipun posisi matahari tenggalam tidak berada di daerah laut melainkan sedikit di posisi daratan. Selesai melihat sunset, kami langsung cusss pulang kerumah dimana perjalanan kurang lebih 1 jam

Taman Bunga Matahari di Gumuk Pasir

Sunset at Gumuk Pasir

Day 2

Destinasi 1 : Pantai Bugel

Pagi-pagi sekali kami menuju ke Pantai Bugel yang terletak di sebelah selatan kota Wates, Kulon Progo, Jogja. Pantai ini adalah pantai terdekat dari rumah kami. Jaraknya hanya 2 km dan tinggal lurus saja ke arah selatan.

Pantai Bugel merupakan pantai terdekat dari rumah kami di Desa Depok, Panjatan, Kulon Progo

Destinasi 2 : Pantai Baru dan Pantai Cemara

Hari ini kebetulan Hari Jumat, kami mencoba memilih destonasi wisata yang tidak terlalu jauh agar tidak ketinggalan melaksanakan Sholat Jumat. Kami memilih Pantai Cemara yang berjarak kurang lebih setengah jam saja dari rumah. Pantai ini terletak di daerah Bantul. Untuk menuju lokasi ini dari Desa Depok, Panjatan, Kulon Progo, Jogja adalah ke arah selatan yaitu Pantai Bugel, lalu ke arah timur yaitu Brosot, lalu melalui jembatan Srandakan, lalu setelah bundaran ambil kanan langsung ke kiri (arah selatan) menuju Pantai Baru. Di tempat ini ada banyak pantai di satu area yaitu Pantai Baru, Pantai Cemara, Pantai Cangkring, Pantai Kulwaru dan lain-lain. Pantai di sini enak cuacanya karena tidak panas seperti pantai-pantai pada umumnya. Di sini banyak pepohonan yang rindang serta banyak penjual dagangan dan souvenir. Di tempat ini pula tersedia musholla yang relatif luas sehingga kami bisa melaksanakan sholat Jumat di tempat ini.

Di Pantai Cemara ini bisa nyantai kayak gini dan ini gratis lho…ga tau kalau sekarang

Destinasi 3 : Bandara New Yogyakarta International Airport

Pada siang hari kami coba langsung menuju ke Bandara New Yogyakarta International Airport yang terletak di daerah Pantai Glagah, Temon, Kulon Progo, Yogyakarta. Namun sayang sekali karena area ini masih proyek, jadi tertutup untuk umum. Kami pun hanya memutar melewati area proyek tanpa bisa masuk dan melihat ke bagian dalam.

Day 3

Hari ini kami fokus persiapan kembali ke Karawang. Dimulai dari packing barang-barang dan oleh-oleh. Start perjalanan sekitar jam 10. Sampai di Pasar Wates, kami mampir untuk membeli baju batik pesanan saudara. Selepas itu kami mampir ke pusat oleh-oleh bakpia & wingko di daerah Pengasih. Kulon Progo. Di sini kita bisa membeli oleh-oleh langsung dari pembuatnya. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan melalui daerah Pengasih, Nanggulan dan sampai Magelang sekira pukul 11.30. Kami beristirahat yang dilanjutkan dengan sholat Dhuhur dan makan siang. Kemudian kami melanjutkan perjalanan, namun sayangnya perjalanan kali ini kami harus mengalami kemacetan yang sangat panjang. Jalur juga berubah dimana kali ini kami melalui Kopeng, sebuah tempat wisata di lereng Gunung Merbabu. Jalan di daerah sini sangat menantang dengan tanjakan yang sangat tinggi ditambah kemacetan membutuhkan skill dan konsentrasi extra dalam mengendarai mobil. Sekira jam 15 kami masih berada di daerah Salatiga. Masih dengan kemacetan yang cukup parah, kami mencoba bersabar dan akhirnya bisa mencapai Tol Bawen. Namun begitu masuk tol, apalah daya, kemacetan yang luar biasa masih berlanjut. Kami tetap berjalan meskipun dalam kondisi stop and go. Jam 19 kami baru mencapai Pintu Tol Kalikangkung. Rest Area KM 390 kami lewati saja karena sangat penuh. Akhirnya kami berhenti di Rest Area KM 360 untuk sebentar beristirahat dan menunaikan sholat Isya. Selanjut kami lanjutkan perjalanan. Pada malam itu Tol Trans Jawa diberlakukan one way sehingga kami bsia menggunakan jalur kanan dan kondisi sangat lancar sehingga kami estimasi sampai di Karawang sekira jam 12. Namun apa hendak dikata, begitu keluar Tol Palimanan KM 102, lalu lintas tiba-tiba stuck tidak bergerak. Hal ini terus berlanjut sampai daerah Subang hingga Cikampek. Putus asa dengan kondisi yang ada, kami mencoba keluar Tol Dawuan dan berusaha mencari jalur alternatif. Selepas jembatan Tamelang kami ambil ke kiri menyusuri sungai lalu masuk ke jalan warga dan keluar di jalur Curug-Kosambi. Namun sebelum Kosambi, kami ambil ke kiri menuju Walahar, lalu ambil kanan dan keluar di daerah Kopel. Dari sini kami hanya sedikit mengalami kemacetan sampai ke Klari dan akhirnya nyampai di rumah kakak kami di Rawagabus sekira jam 03:30. Setelah mengantarkan kakak, kami langsung pulang dan sampai ke rumah di Perumahan Sirnabaya Indah, Telukjambe, Karawang sekira jam 04. Jadi perjalanan kembali ke Karawang memakan waktu hampir 18 jam. Sebuah perjalanan yang sangat melelahkan. Untung kami selalu sedia Madu Merdeka untuk menjaga stamina kami sehingga tetap kuat dan bugar.

Demikian sharing perjalanan kami dalam rangka mudik dari Karawang – Jogja via Tol Cipali. Semoga bisa memberikan inspirasi dan manfaat.

 

 

Bagikan informasi tentang Mudik Karawang – Jogja via Cipali Tol Trans Jawa kepada teman atau kerabat Anda.

Mudik Karawang – Jogja via Cipali Tol Trans Jawa | Jual Madu Hutan Asli

1 komentar untuk Mudik Karawang – Jogja via Cipali Tol Trans Jawa

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan